DUN Sabah Kepincut Keistimewaan DIY, Bahas Pariwisata hingga Kesehatan
Keistimewaan Yogyakarta menarik perhatian Delegasi Dewan Undangan Negeri (DUN) Sabah, Malaysia. Dari pembahasan tata kelola pemerintahan, muncul peluang memperluas kerja sama antara Sabah dan DIY di berbagai bidang, termasuk pariwisata dan kesehatan.
Ringkasan Artikel:
- Delegasi DUN Sabah mempelajari penerapan Keistimewaan DIY dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
- DPRD DIY menjelaskan sejarah Keistimewaan, Dana Keistimewaan, serta lima kewenangan khusus Yogyakarta.
- Sabah melihat sejumlah kesamaan dengan status wilayahnya, terutama terkait kewenangan tertentu dalam pemerintahan.
- Pertukaran pengalaman membuka peluang kerja sama DIY dan Sabah di sektor pariwisata, kesehatan, dan bidang lainnya.
DUN Sabah Tertarik Mempelajari Keistimewaan DIY
Bagaimana sebuah wilayah dengan status khusus menjalankan pemerintahan menjadi perhatian Delegasi DUN Sabah, Malaysia, saat berdiskusi dengan DPRD DIY.
Delegasi tersebut ingin mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY beserta penerapannya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengalaman Yogyakarta dinilai menarik karena Sabah juga memiliki karakteristik khusus dalam sejarah pembentukan Malaysia.
Ketua Delegasi DUN Sabah, YB Datuk Seri Panglima Hj. Kadzim Hj. M. Yahya, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan dan pengalaman mengenai sistem pemerintahan yang memiliki karakteristik khusus.
Menurut Kadzim, terdapat sejumlah kesamaan antara status Daerah Istimewa Yogyakarta dan kedudukan Sabah, terutama dari sisi kewenangan tertentu yang dimiliki masing-masing wilayah.
DPRD DIY Paparkan Lima Kewenangan Khusus
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menjelaskan perjalanan Yogyakarta bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga lahirnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.
Penjelasan tersebut mencakup pengelolaan Dana Keistimewaan yang menjadi bagian dari pelaksanaan Keistimewaan DIY. Nuryadi juga memaparkan lima kewenangan khusus yang dimiliki Yogyakarta.
Kelima kewenangan itu meliputi tata cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, serta tata ruang.
Dari sisi Sabah, pengelolaan fiskal menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibandingkan. Kadzim menjelaskan bahwa sekitar 40 persen pendapatan negeri Sabah dikembalikan kepada pemerintah pusat.
Perbandingan tersebut menjadi bagian dari diskusi untuk melihat pengalaman masing-masing wilayah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan dengan karakteristik khusus.
Pembahasan Mengarah ke Peluang Kerja Sama
Pertukaran pengalaman antara DIY dan Sabah kemudian berkembang ke peluang kolaborasi. Nuryadi menyebut terdapat pengalaman baik dari kedua wilayah yang dapat dipadukan pada bidang-bidang yang memungkinkan.
Kerja sama tersebut tidak terbatas pada urusan pemerintahan atau hubungan antarlembaga legislatif. Sejumlah sektor yang dekat dengan kepentingan masyarakat juga berpeluang dikembangkan.
Nuryadi menyebut pariwisata dan kesehatan sebagai contoh bidang yang dapat menjadi ruang kolaborasi. Potensi tersebut masih dapat dikembangkan melalui komunikasi lebih lanjut antara pihak-pihak terkait.
Karena itu, hubungan yang terbangun tidak harus berhenti di DPRD. Peluang kerja sama juga dapat diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah.
DPRD DIY Siap Perluas Jejaring dengan Sabah
Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, menegaskan kesiapan Sekretariat DPRD DIY dalam mendukung agenda diplomasi antarlembaga legislatif.
Menurutnya, Sekretariat DPRD DIY berkomitmen memberikan fasilitasi terbaik untuk menunjang peran dan fungsi DPRD DIY, khususnya dalam memperluas jejaring kerja sama dan pertukaran informasi strategis antarwilayah.
Nuryadi berharap hasil pembahasan dapat dikomunikasikan dengan pihak eksekutif. Dengan begitu, peluang kerja sama dapat berkembang melalui pemerintah daerah dan tidak hanya berjalan di tingkat lembaga legislatif.
Bagi DIY dan Sabah, pertukaran pengalaman mengenai tata kelola wilayah dengan karakteristik khusus menjadi pintu untuk membangun hubungan yang lebih luas. Dari sana, berbagai potensi yang dimiliki kedua wilayah diharapkan dapat saling memberikan manfaat.
