Ekspos Jogja

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Sleman
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Jogja
  • Wisata Jogja
  • Kuliner Jogja
  • Seputar Jogja
  • Beranda
  • Berita Jogja

Komisi A DPRD DIY Dorong Penataan Malioboro Libatkan Banyak Sektor

Oleh Ekspos Jogja
Agustus 28, 2026

Malioboro nggak bisa lagi dilihat cuma sebagai ruas jalan atau kawasan wisata. Pengelolaannya perlu dilakukan secara terintegrasi karena kawasan ini merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang berkaitan dengan sejarah, budaya, ekonomi, transportasi, lingkungan hingga kehidupan masyarakat.

Hal itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Pengelolaan Malioboro, Pembangunan Sumbu Filosofi” di Gedung DPRD DIY, Jumat (28/8/2026). FGD tersebut melibatkan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan DIY, kepolisian, TNI, PT KAI, pemerintah kapanewon/kecamatan dan kelurahan, serta unsur masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan pengelolaan Malioboro harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Menurutnya, kawasan ini merupakan bagian dari ruang kehidupan masyarakat Yogyakarta, bukan sekadar jalan yang ditata untuk kepentingan wisata.

"Jangan semata-mata melihat Malioboro sebagai ruas jalan, tapi ruang pergaulan hidup," ujar Eko.

Eko menjelaskan, Sumbu Filosofi Yogyakarta mencakup tiga zona, yakni zona inti seluas sekitar 42,52 hektare, zona penyangga sekitar 332,57 hektare, dan zona pengembangan sekitar 1.158,91 hektare. Karena cakupannya luas, kebijakan pengelolaan Malioboro menurutnya nggak bisa dibuat secara parsial.

Ia juga menilai keberhasilan penataan Malioboro nggak cukup diukur dari keputusan membuka atau menutup ruas jalan. Yang lebih penting, kata dia, adalah dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

"Indikator keberhasilannya itu bukan soal jalannya ditutup atau tidak ditutup, tapi bagaimana masyarakat semakin sejahtera," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan penataan Malioboro membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Dari sisi transportasi, pemerintah perlu memastikan mobilitas di kawasan tersebut tetap aman, nyaman, inklusif, sekaligus terhubung dengan kawasan di sekitarnya.

Tags:
  • Berita Jogja
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Berita Populer
  • Chill Corner Kotabaru, Tempat Nongkrong Malam Dekat Stasiun Tugu

    Agustus 13, 2026
    Chill Corner Kotabaru, Tempat Nongkrong Malam Dekat Stasiun Tugu
  • Bukan Sekadar Bangun Kolam, KKP Ingin Budi Daya Ikan di DIY Berkelanjutan

    Agustus 26, 2026
    Bukan Sekadar Bangun Kolam, KKP Ingin Budi Daya Ikan di DIY Berkelanjutan
  • Komisi C DPRD DIY Dorong Sinkronisasi Kewenangan Infrastruktur Antarwilayah

    Agustus 26, 2026
    Komisi C DPRD DIY Dorong Sinkronisasi Kewenangan Infrastruktur Antarwilayah
  • Abdul Malik Ustman Bahas Maulid Nabi di Masjid Al-Hikmah Jurugsari

    Agustus 26, 2026
    Abdul Malik Ustman Bahas Maulid Nabi di Masjid Al-Hikmah Jurugsari
  • Kamis Malam, Pengajian di Jurugsari Bahas "Petaka Era Media Sosial"

    Agustus 19, 2026
    Kamis Malam, Pengajian di Jurugsari Bahas "Petaka Era Media Sosial"
Kategori Populer
  • Berita Jogja
  • Kuliner Jogja
  • Seputar Jogja
  • Wisata Jogja
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.