Eling lan Waspada Jadi Pesan Sultan HB X untuk Cegah Kenakalan Remaja
Ancaman kenakalan anak usia sekolah menjadi perhatian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelajar pun diajak kembali mengingat jati diri, menjaga pergaulan, dan berani menolak ajakan yang dapat mengganggu masa depan melalui nilai Eling lan Waspada.
Ringkasan Artikel:
- Gubernur DIY mengajak pelajar menerapkan nilai Eling lan Waspada untuk mencegah kenakalan anak usia sekolah.
- Pelajar diingatkan bijak memilih teman, menjaga diri, dan berani menolak ajakan yang mengarah pada kekerasan.
- Pemerintah, sekolah, keluarga, aparat keamanan, dan masyarakat didorong memperkuat perlindungan terhadap generasi muda.
- SMA Negeri 1 Mlati mendukung kolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Pelajar DIY Diingatkan Bijak Memilih Lingkungan Pergaulan
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, yang meneruskan amanat Gubernur DIY kepada para pelajar SMA Negeri 1 Mlati.
Pesan itu menekankan pentingnya kesadaran pelajar dalam menjaga diri di tengah tantangan kenakalan anak usia sekolah yang dinilai semakin serius. Persoalan seperti tawuran, penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan, hingga membawa senjata tajam menjadi perhatian yang perlu dicegah bersama.
Melalui falsafah Jawa Eling lan Waspada, pelajar diajak untuk selalu mengingat jati diri dan harapan orang tua. Mereka juga diminta berhati-hati dalam menentukan lingkungan pergaulan agar tidak terseret pada perilaku yang dapat merusak masa depan.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberanian seorang pelajar tidak harus ditunjukkan melalui kekerasan. Justru, keberanian dapat diwujudkan dengan menolak ajakan yang salah, menjaga diri, dan mengingatkan teman ketika melihat potensi masalah.
Kenakalan Remaja Perlu Dicegah Bersama
Yudi mengatakan, pesan Gubernur DIY tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan sosialisasi dan kampanye kepada anak-anak di berbagai jenjang pendidikan.
Menurutnya, pelajar SMA dan SMK negeri se-DIY, termasuk siswa SMP dan SD, perlu terus mendapatkan pengingat agar bijak memilih teman dan membangun persahabatan yang sehat.
Perhatian juga perlu diberikan menjelang jam malam. Pada waktu tersebut, anak-anak diharapkan semakin peka terhadap lingkungan dan mampu mengenali situasi yang berpotensi membawa mereka pada pergaulan yang salah.
Yudi berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kepedulian seluruh pihak. Dengan pengingat yang terus dilakukan, anak-anak diharapkan tidak mudah terjerumus dalam lingkungan yang dapat membawa masa depan mereka ke arah yang suram.
Pemerintah, Sekolah, dan Keluarga Punya Peran
Upaya melindungi generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, keluarga, perguruan tinggi, hingga masyarakat perlu memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Masyarakat juga didorong untuk ikut mengawasi anak-anak, terutama pada jam-jam rawan. Jika menemukan potensi gangguan keamanan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui layanan Call Center 110.
Inisiatif Jaga Warga juga diharapkan semakin berperan dalam membangun kepedulian di lingkungan masyarakat. Pengawasan tidak harus dilakukan dengan pendekatan keras, tetapi dapat melalui teguran yang santun dan perhatian terhadap kondisi anak-anak di sekitar.
Bagi pelajar, dukungan dari lingkungan menjadi penting agar mereka memiliki ruang yang aman untuk tumbuh. Sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat menjadi bagian dari benteng yang membantu anak-anak mengambil keputusan yang tepat.
SMA Negeri 1 Mlati Dukung Sekolah Aman dan Nyaman
Kepala SMA Negeri 1 Mlati, Eko Yulianto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah DIY terhadap pembangunan karakter peserta didik.
Menurut Eko, kolaborasi antara pemerintah dan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya Pemerintah Daerah DIY dalam mewujudkan sekolah yang aman sekaligus mendorong perilaku yang berpendidikan di lingkungan sekolah, khususnya bagi para siswa.
Pesan Eling lan Waspada pada akhirnya menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan generasi muda membutuhkan kepedulian bersama. Pelajar tidak hanya perlu dibekali pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga keberanian untuk memilih pergaulan yang baik dan menolak setiap ajakan yang dapat merugikan diri sendiri.
