Ada yang Beda Saat Merah Putih Diarak ke Gedung Agung Tadi Pagi
Tadi pagi (17/8), Merah Putih kembali menempuh perjalanan menuju Gedung Agung. Bendera Merah Putih dan Naskah Proklamasi dibawa dalam sebuah iring-iringan yang terdiri dari tiga kereta kuda, 40 anggota Paskibraka, serta dua bregada.
Perjalanan itu dimulai dari penyerahan Merah Putih dan Naskah Proklamasi oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti. Setelah diserahkan, keduanya kemudian dibawa menuju Istana Kepresidenan Gedung Agung untuk menjadi bagian dari rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di DIY Tahun 2026.
Naura Aulia Putri Darmawan, Paskibraka Nasional perwakilan DIY Tahun 2025, bersama Raphaela Azzahra, Paskibraka DIY Tahun 2025, mendapat amanah membawa Merah Putih dan Naskah Proklamasi tersebut.
Dari sini, perjalanan mulai terasa seperti sebuah prosesi. Tiga kereta kuda bergerak dalam satu iring-iringan. Kereta utama membawa Merah Putih dan Naskah Proklamasi, sementara dua kereta lainnya ikut mengiringi bersama jajaran pejabat.
Di belakang kereta, 40 anggota Paskibraka Tahun 2025 berjalan bersama Bregada SMK Negeri 3 Yogyakarta dan Bregada SLB Negeri 1 Bantul.
Nah, kehadiran Bregada SLB Negeri 1 Bantul menjadi salah satu hal yang menarik dari prosesi tahun ini. Mereka ikut mengambil bagian dalam barisan yang mengiringi perjalanan Merah Putih menuju Gedung Agung.
Setelah sampai di Gedung Agung, perjalanan Merah Putih dan Naskah Proklamasi kembali memasuki tahap berikutnya. Keduanya diterima oleh Perwira Upacara untuk kemudian hadir dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di DIY Tahun 2026.
Jadi, bukan cuma soal tiga kereta kuda yang melintas menuju Gedung Agung. Di balik perjalanan itu ada Merah Putih, Naskah Proklamasi, 40 Paskibraka, dua bregada, dan satu amanah yang dibawa sampai ke tempat upacara.



