Warga Bleberan Tolak Politik Uang, Nuryadi Perjuangkan Jalan Lingkar Tuntas
Jalan lingkar di Bleberan, Playen, Gunungkidul, belum sepenuhnya tersambung. Masih ada sekitar 400 meter ruas yang menanti penyelesaian. Ketua DPRD DIY Nuryadi mendorong agar pembangunan dilanjutkan, sekaligus memastikan kebutuhan warga tetap menjadi prioritas dalam perjuangan anggaran.
Ringkasan Artikel:
- Jalan lingkar Bleberan Gunungkidul masih menyisakan sekitar 400 meter ruas yang belum tersambung dan belum optimal dimanfaatkan warga.
- Nuryadi mendorong pemerintah kalurahan menyiapkan proposal agar pembangunan lanjutan dapat diperjuangkan dalam pembahasan APBD DIY.
- Pembangunan jalan cor beton sepanjang 300 meter sebelumnya telah direalisasikan melalui program PSU berbasis Pokir DPRD DIY.
- Penyelesaian jalan diharapkan memperkuat konektivitas warga Bleberan, Babaran, dan Sawahan II serta mendukung aktivitas masyarakat.
Jalan Lingkar Bleberan Masih Menyisakan 400 Meter
Pembangunan jalan lingkar di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, belum sepenuhnya selesai. Dari ruas yang dibutuhkan masyarakat, masih ada sekitar 400 meter jalan yang belum tersambung.
Kondisi itu membuat jalur lingkar tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Padahal, akses itu tidak hanya digunakan warga Bleberan, tetapi juga masyarakat Padukuhan Babaran dan Sawahan II.
Ketua DPRD DIY Nuryadi kini mendorong agar pembangunan ruas yang tersisa dapat dilanjutkan. Ia meminta pemerintah kalurahan dan pemerintah padukuhan segera menyiapkan proposal pembangunan lanjutan untuk diperjuangkan dalam pembahasan APBD DIY.
"Masih ada sekitar 400 meter yang perlu diselesaikan. Silakan proposalnya disiapkan. Kami akan berupaya memasukkannya dalam pembahasan anggaran tahun 2027 agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan keuangan daerah," ujar Nuryadi.
Nuryadi Siap Perjuangkan Kelanjutan Pembangunan
Sebelumnya, pembangunan jalan cor beton sepanjang 300 meter telah direalisasikan melalui Program Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU). Anggaran pembangunan bersumber dari APBD DIY melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD DIY.
Program tersebut merupakan hasil sinergi DPRD DIY bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY. Pembangunan diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pedesaan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Nuryadi menegaskan, perjuangan melalui Pokir DPRD DIY bukan bentuk bantuan pribadi anggota dewan. Anggaran yang digunakan merupakan uang masyarakat yang dikembalikan dalam bentuk pembangunan melalui APBD.
"Ini bukan uang saya, tetapi uang masyarakat. Kami sebagai wakil rakyat hanya memperjuangkan agar anggaran itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang bermanfaat," ujarnya.
Selain melanjutkan jalan cor beton, Nuryadi juga membuka peluang pembangunan talud yang sebelumnya telah disurvei. Infrastruktur tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan keamanan akses jalan bagi masyarakat.
Kepercayaan Warga Jadi Dorongan untuk Bekerja
Dorongan untuk melanjutkan pembangunan itu tidak lepas dari penilaian Nuryadi terhadap kondisi sosial politik masyarakat Bleberan. Ia mengapresiasi warga yang dinilai memiliki kesadaran politik tinggi dan menolak praktik politik uang.
Menurutnya, masyarakat di Padukuhan Bleberan dan Sawahan menunjukkan kedewasaan dalam menentukan pilihan politik. Warga dinilai memilih berdasarkan rekam jejak dan kinerja calon, bukan karena iming-iming uang.
Bagi Nuryadi, kualitas demokrasi seperti itu seharusnya diikuti dengan kerja nyata dari para wakil rakyat. Kepercayaan masyarakat yang diberikan secara sehat menjadi tanggung jawab untuk memperjuangkan kebutuhan mereka.
"Kalau masyarakat sudah memberikan kepercayaan secara sehat, maka kami juga harus membalasnya dengan bekerja sungguh-sungguh memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan pribadi," tegasnya.
Ia menilai semakin baik kualitas demokrasi di tingkat masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab wakil rakyat untuk memastikan pembangunan yang diperjuangkan benar-benar tepat sasaran.
Penyelesaian Jalan Diharapkan Perkuat Akses Warga
Jika seluruh ruas jalan lingkar dapat diselesaikan, manfaatnya diperkirakan akan dirasakan lebih luas. Selain warga Bleberan, jalur tersebut juga menjadi akses bagi masyarakat Padukuhan Babaran dan Sawahan II.
Penyambungan ruas yang masih tersisa diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah. Akses yang lebih baik juga berpotensi memperlancar aktivitas masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi warga.
Bagi Nuryadi, pembangunan infrastruktur pedesaan perlu terus dilanjutkan agar manfaat APBD dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pemerataan pembangunan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.
Kini, pekerjaan berikutnya adalah memastikan sekitar 400 meter ruas jalan yang masih terputus bisa masuk dalam perjuangan anggaran. Harapannya, jalan lingkar Bleberan tidak berhenti sebagai pembangunan yang sebagian selesai, tetapi benar-benar menjadi akses yang utuh dan bermanfaat bagi warga.
