Jembatan Kewek Dikebut, Ditargetkan Bisa Dipakai Saat Nataru 2026
Pembangunan Jembatan Kewek di atas Sungai Code, Kota Yogyakarta, mulai memasuki tahapan penting. Proyek penggantian jembatan yang sempat menjadi sorotan karena isu perubahan bentuk ini ditargetkan selesai pada akhir 2026, sehingga bisa kembali mendukung mobilitas warga dan wisatawan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ringkasan Artikel:
- Pembangunan Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta terus dikebut dengan target penyelesaian pada 25 Desember 2026.
- Pondasi jembatan telah selesai dan proyek kini memasuki tahap struktur sebelum erection girder pada akhir September.
- Jembatan baru tetap mempertahankan karakter historis dan tradisional yang melekat pada Jembatan Kewek lama.
- Proyek senilai Rp19 miliar ini diharapkan kembali menopang mobilitas warga, wisatawan, dan ekonomi kawasan Malioboro.
Pembangunan Jembatan Kewek Mulai Masuk Tahap Struktur
Perkembangan proyek tersebut ditinjau langsung Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya bersama Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro pada Selasa sore. Peninjauan dilakukan untuk melihat progres pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan yang melibatkan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY dan BBWS Serayu Opak berjalan sesuai rencana.
Kepala Satker PJN Wilayah DIY Tisara Sita mengatakan pekerjaan pondasi Jembatan Kewek telah rampung. Pekerjaan kini berlanjut ke struktur jembatan, sementara persiapan erection girder tengah dilakukan dengan target pelaksanaan pada akhir September.
Dalam perjalanan proyek, pekerjaan sempat menghadapi kendala teknis berupa amblesan tanah pada salah satu bagian. Persoalan tersebut telah ditangani secara teknis dan kondisi lokasi dinyatakan aman untuk melanjutkan pembangunan.
Proyek penggantian Jembatan Kewek dikerjakan Satker PJN Wilayah Provinsi DIY bersama PT Wasis Karya Nugraha menggunakan APBN sebesar Rp19 miliar. Masa pelaksanaannya 240 hari kalender dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada 25 Desember 2026.
Bukan Dihilangkan, Karakter Lama Tetap Dipertahankan
Isu mengenai bentuk Jembatan Kewek menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan kali ini. Danang menegaskan, proyek tersebut merupakan pembaruan jembatan, bukan menghilangkan bangunan lama beserta karakter historisnya.
Menurutnya, desain jembatan baru tetap mengikuti desain lama dan telah mendapat persetujuan dari Ngarso Dalem. Percepatan pembangunan tetap diperlukan, tetapi harus berjalan beriringan dengan spesifikasi teknis, keselamatan, kondisi lapangan, dan kualitas konstruksi.
Jembatan baru nantinya menggunakan struktur balok girder dengan panjang 30 meter dan lebar total 16 meter. Badan jalan memiliki lebar sekitar 11 meter, sedangkan trotoar berada di kedua sisi dengan lebar masing-masing 2,5 meter.
Pekerjaan tidak hanya berhenti pada badan jembatan. Fondasi, struktur jembatan, penataan oprit, serta Dinding Penahan Tanah (DPT) di tebing Sungai Code juga masuk dalam lingkup pembangunan.
Jalur Penyangga Malioboro yang Ditunggu
Bagi kawasan Malioboro, keberadaan Jembatan Kewek bukan sekadar urusan bangunan yang melintasi Sungai Code. Jembatan ini menjadi salah satu jalur penyangga kawasan sumbu filosofi yang menopang pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Nur Subiyantoro menilai penyelesaian proyek akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas transportasi, pariwisata, dan perekonomian kawasan. Karena itu, target penyelesaian pada periode Nataru menjadi penting, mengingat kawasan Malioboro menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Konektivitas yang kembali lancar diharapkan memberi ruang bagi aktivitas ekonomi untuk bergerak lebih baik. Pedagang, pelaku pariwisata, masyarakat sekitar, hingga wisatawan menjadi bagian dari ekosistem yang bergantung pada akses menuju kawasan tersebut.
Selain jembatan, penataan Sungai Code juga menjadi perhatian. BBWS Serayu Opak terlibat dalam penataan alur sungai, sedangkan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan dapat dilanjutkan melalui program Pemerintah Kota Yogyakarta.
Menunggu Jembatan Baru Kembali Menghidupkan Kawasan
Dengan panjang 30 meter dan lebar 16 meter, jembatan baru dirancang bukan hanya untuk menggantikan fungsi bangunan lama. Proyek ini juga membawa pekerjaan penataan kawasan agar infrastruktur baru tetap menyatu dengan lingkungan Sungai Code dan karakter Kota Yogyakarta.
Target PHO pada 25 Desember 2026 membuat waktu penyelesaian menjadi perhatian. Pekerjaan harus mengejar target, tetapi tetap tidak bisa mengabaikan persoalan teknis yang muncul selama pembangunan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Jembatan Kewek diharapkan kembali berfungsi pada momentum Nataru. Kehadiran jembatan baru diharapkan membuat mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju kawasan Malioboro lebih lancar, tanpa kehilangan karakter historis yang selama ini melekat pada salah satu jembatan penting di Kota Yogyakarta.
