Dukung Hasto Wardoyo, Bank BPD DIY Salurkan Bantuan Rp400 Juta
Program bedah rumah Pemerintah Kota Yogyakarta menyisakan 38 rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditargetkan selesai hingga akhir 2026. Dari target 200 rumah, sebanyak 162 unit telah diperbaiki.
Program bedah rumah Pemkot Yogyakarta sudah memperbaiki 162 dari target 200 rumah tidak layak huni sepanjang 2026. Bank BPD DIY ikut membantu mengejar 38 rumah yang tersisa dengan dukungan Rp400 juta, sementara pemerintah menempatkan gotong royong dan keterlibatan warga sebagai bagian penting dari pelaksanaannya.
Untuk membantu menyelesaikan sisa RTLH tersebut, Bank BPD DIY menyalurkan dukungan dana Rp400 juta untuk program bedah rumah di Kota Yogyakarta.
Dukungan itu diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Bank BPD DIY Cabang Senopati Gunawan Hasri Baskoro dalam kegiatan bedah rumah pada Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Juminahan dan berlangsung serentak di empat lokasi, yakni Juminahan, Tegalpanggung, serta dua lokasi di Wirobrajan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo turut meninjau sejumlah rumah yang diperbaiki, termasuk milik M. Ridwan Qodari dan Ngatinah.
Hasto mengatakan penanganan RTLH di Kota Yogyakarta tidak hanya mengandalkan APBD. Menurut dia, perbaikan rumah juga berjalan melalui dukungan berbagai pihak dan swadaya masyarakat.
"Gotong royong adalah ruh dari kota tercinta kita ini. Melalui semangat persaudaraan dan gotong royong, kita dapat menekan biaya operasional pembangunan sehingga beban warga menjadi lebih ringan," kata Hasto.
Dalam pelaksanaannya, setiap rumah mendapat pengawalan Pinituwa atau penanggung jawab lapangan. Pinituwa berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, RT, RW, dan warga sekitar untuk menggerakkan swadaya masyarakat selama proses perbaikan.
Bank BPD DIY menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan langsung melalui dana Rp400 juta tersebut. Dengan tambahan dukungan itu, Pemkot Yogyakarta berharap sisa 38 rumah dapat dituntaskan sebelum akhir tahun.
Kegiatan bedah rumah ini juga tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik hunian. Sebagian penerima manfaat merupakan warga yang bekerja sebagai pengangkut sampah atau transporter dan kader JUMILAH (Juru Pilah Sampah).
Karena itu, Hasto sekaligus mengaitkan program tersebut dengan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Ia mengajak warga memperkuat Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Lima langkah yang ditekankan meliputi memilah sampah sesuai jenis, menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan, serta menggunakan wadah berulang.
"Rumah yang sudah diperbaiki harus dirawat. Semangat gotong royong juga harus terus dijaga, termasuk dengan konsisten memilah sampah demi Kota Yogyakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman," ujar Hasto.
Selain Bank BPD DIY, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua PWI DIY Hudono serta jajaran Pemkot Yogyakarta, pemerintah kelurahan, Pinituwa, RT/RW, dan tokoh masyarakat.
Dengan 162 rumah telah diperbaiki dan 38 unit masih menjadi target, Pemkot Yogyakarta kini mengejar penyelesaian seluruh target 200 RTLH pada 2026 melalui dukungan pemerintah, perbankan, organisasi masyarakat, dan swadaya warga.
