Ekspos Jogja

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Sleman
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Jogja
  • Wisata Jogja
  • Kuliner Jogja
  • Seputar Jogja
  • Beranda
  • Berita Jogja

Dispar DIY Bongkar Fenomena Fotografer Bawa Plang Sendiri di Malioboro

Oleh Ekspos Jogja
Juli 30, 2026

Suasana berfoto di kawasan Malioboro mendadak ramai diperbincangkan setelah muncul keluhan wisatawan soal fotografer yang menawarkan jasa foto menggunakan plang bertuliskan Malioboro. Pemkot Yogyakarta kini menyiapkan pembinaan, sementara wisatawan perlu mengetahui lokasi plang resmi yang menjadi ikon kawasan tersebut.

Ringkasan Artikel:

  • Keluhan wisatawan di media sosial memicu sorotan terhadap fotografer yang menawarkan jasa foto menggunakan plang bertuliskan Malioboro.
  • Dinas Pariwisata DIY menyebut ada fotografer membawa plang pribadi, tetapi berbeda dengan plang resmi milik pemerintah.
  • Plang Malioboro resmi terpasang permanen di empat titik yang kerap menjadi lokasi wisatawan berfoto.
  • Pemkot Yogyakarta akan melakukan pembinaan, sementara petugas terus menertibkan fotografer dan menyediakan akses pengaduan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi.

Keluhan Wisatawan Bikin Fotografer Malioboro Disorot

Keluhan soal fotografer di kawasan Malioboro mencuat setelah sebuah unggahan di Threads ramai diperbincangkan. Akun @its_lisstyy mengungkap pengalamannya terkait fotografer yang menawarkan jasa foto dengan menggunakan plang bertuliskan Malioboro.

Dalam unggahannya, wisatawan tersebut menyebut adanya permintaan tarif untuk berfoto di plang Jalan Malioboro. Keluhan itu kemudian memunculkan perhatian terhadap keberadaan fotografer yang menawarkan jasa foto di kawasan ikonik tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyesalkan jika praktik yang dikeluhkan wisatawan tersebut benar terjadi. Menurutnya, plang resmi Jalan Malioboro merupakan fasilitas yang dipasang pemerintah dan kini menjadi salah satu ikon pariwisata di Jogja.

"Secara umum kami menyesalkan apabila benar terjadi peristiwa tersebut pada pelang Jalan Malioboro yang dipasang oleh pemerintah, yang saat ini menjadi ikon pariwisata," tutur Imam kepada Ekspos Jogja (30/7/2026).

Namun, persoalannya tidak sesederhana anggapan bahwa seluruh plang yang digunakan fotografer merupakan fasilitas pemerintah. Imam menjelaskan ada fotografer yang membawa plang sendiri untuk menawarkan jasa foto kepada wisatawan.

Ada Plang Pribadi, tetapi Berbeda dari Milik Pemerintah

Imam tidak menampik keberadaan sejumlah fotografer yang membawa plang bertuliskan Malioboro milik pribadi. Properti tersebut kemudian digunakan sebagai bagian dari jasa fotografi yang ditawarkan kepada wisatawan di kawasan Malioboro.

Menurut Imam, plang yang dibawa fotografer itu berbeda dengan plang resmi yang dipasang pemerintah. Karena itu, wisatawan perlu mengetahui perbedaan antara properti pribadi fotografer dengan fasilitas resmi yang menjadi bagian dari kawasan.

"Fenomena saat ini, ada beberapa fotografer membawa pelang sendiri dan menawarkan jasanya kepada wisatawan untuk berfoto dengan pelang tersebut di area dimaksud," ujarnya.

Persoalan tersebut telah dikoordinasikan Dinas Pariwisata DIY dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Dari koordinasi itu, Pemerintah Kota Yogyakarta disebut telah mengetahui persoalan yang menjadi perhatian wisatawan tersebut.

Langkah berikutnya adalah pembinaan terhadap para fotografer. UPT Cagar Budaya di bawah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dijadwalkan melakukan pembinaan kepada para fotografer pada Kamis (30/7).


Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni.

Plang Malioboro Resmi Ada di Empat Titik

Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen di plang resmi Malioboro, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja Fitria Dyah Anggraeni memberikan panduan lokasi.

Plang resmi berwarna hijau tua dengan tulisan latin dan aksara Jawa itu terpasang permanen di empat titik. Lokasinya berada di ujung utara Jalan Malioboro atau depan Bank BPD DIY, depan eks Teras Malioboro 2, depan Plaza Malioboro, serta Persimpangan Pajeksan.

Informasi tersebut diharapkan dapat membantu wisatawan menemukan spot foto resmi sekaligus mengurangi penumpukan pengunjung pada satu lokasi. Dengan mengetahui titik-titik tersebut, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan ketika ingin mengabadikan suasana Malioboro.

Di sisi lain, persoalan fotografer di kawasan Malioboro sebenarnya bukan hal baru. Fitria mengatakan pihaknya bersama Jogomaton sudah berkali-kali melakukan penertiban dan mengingatkan fotografer agar tidak menggunakan ruang publik secara berlebihan.

"Sebenarnya aksi dari para fotografer ini sudah kami tertibkan berkali-kali, termasuk properti mereka. Saya sendiri pernah menegur langsung dan meminta agar ditempatkan di tempat mereka menyimpan properti," katanya.

Penertiban Berlanjut, Wisatawan Bisa Sampaikan Aduan

Penertiban terhadap aktivitas fotografer juga dilakukan personel Jogomaton yang bertugas di kawasan Malioboro. Teguran dan pengingat diberikan ketika ditemukan penggunaan ruang publik maupun properti yang dinilai mengganggu ketertiban kawasan.

Fitria mengatakan UPT KCB bersama Jogomaton terus melakukan pengawasan. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas wisatawan, fotografer, dan kegiatan lain di Malioboro tetap berlangsung tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.

Dinas Pariwisata DIY juga mengimbau fotografer di kawasan Malioboro ikut menciptakan suasana wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Para fotografer diminta mengikuti pengaturan yang ditetapkan UPT Cagar Budaya Malioboro.

"Kami mengimbau kepada teman-teman fotografer di Malioboro untuk lebih meningkatkan kepedulian dalam menciptakan suasana di mana wisatawan memperoleh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan atas kegiatan yang dilakukan," ujar Imam.

Di tengah ramainya pembahasan soal fotografer dan plang Malioboro, keberadaan layanan pengaduan juga menjadi bagian penting. UPT KCB menyampaikan informasi layanan aduan melalui media sosial serta melakukan pendekatan langsung melalui patroli bersama Jogomaton dan petugas layanan informasi.

Pada akhirnya, Malioboro bukan sekadar tempat mencari latar foto. Kawasan ini juga menjadi ruang publik yang dinikmati banyak orang. Karena itu, aktivitas fotografi dan usaha jasa di dalamnya diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan kenyamanan wisatawan serta aturan kawasan.

Tags:
  • Berita Jogja
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Berita Populer
  • Ketika Film Mengajak Kita Melihat Warisan Budaya dengan Cara Lain

    September 13, 2026
    Ketika Film Mengajak Kita Melihat Warisan Budaya dengan Cara Lain
  • Nikmati Pagi di Jogja, Saat Riuh Titik Nol Justru Menenangkan Pikiran

    September 06, 2026
    Nikmati Pagi di Jogja, Saat Riuh Titik Nol Justru Menenangkan Pikiran
  • Belum Genap Sebulan, BYD Haka Sudah Narik Perhatian Warga Jogja

    September 03, 2026
    Belum Genap Sebulan, BYD Haka Sudah Narik Perhatian Warga Jogja
  • Cari Hotel Murah di Jogja? Hitung Juga Ongkos Jalan Selama Liburan

    Juli 20, 2026
    Cari Hotel Murah di Jogja? Hitung Juga Ongkos Jalan Selama Liburan
  • Jadwal KRL Jogja-Solo 14 September 2026, Tarifnya Cuma Rp8.000

    September 13, 2026
    Jadwal KRL Jogja-Solo 14 September 2026, Tarifnya Cuma Rp8.000
Kategori Populer
  • Berita Jogja
  • Kuliner Jogja
  • Seputar BPD DIY
  • Seputar Jogja
  • Wisata Jogja
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.