Ekspos Jogja

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Sleman
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Jogja
  • Wisata Jogja
  • Kuliner Jogja
  • Seputar Jogja
  • Beranda
  • Berita Jogja

DIY Siapkan Rp49,25 Miliar untuk Wujudkan 178 Lokasi Permukiman Layak Huni

Oleh Ekspos Jogja
Juli 27, 2026

Pembenahan permukiman di DIY memasuki babak yang lebih luas. Pada 2027, penanganan sarana permukiman ditargetkan menjangkau 178 lokasi, bersamaan dengan penataan kawasan kumuh dan perbaikan ratusan rumah tidak layak huni yang tetap membawa karakter arsitektur tradisional Jawa.

Ringkasan Artikel:

  • Pemda DIY menargetkan penanganan sarana permukiman meningkat menjadi 178 lokasi pada 2027 dari 12 lokasi yang ditangani pada 2025.
  • Anggaran Rp49,25 miliar disiapkan untuk 208 paket PSU permukiman serta pembangunan 116 titik penerangan jalan umum.
  • Penataan kawasan kumuh Gadungsari, Wonosari, menjadi bagian target penanganan kawasan kumuh seluas 15 hektare pada 2027.
  • Sebanyak 300 RTLH akan diperbaiki dengan mempertahankan arsitektur tradisional Jawa, ditambah lima rumah untuk penanganan korban bencana.

Penataan Permukiman DIY Diperluas hingga 178 Lokasi

Jangkauan penanganan sarana dan prasarana umum (PSU) permukiman menjadi salah satu fokus pembenahan kawasan hunian di DIY pada 2027. Targetnya meningkat tajam menjadi 178 lokasi, jauh lebih banyak dibandingkan 12 lokasi yang ditangani pada 2025.

Untuk mendukung target tersebut, pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp49,25 miliar. Anggaran itu diarahkan untuk menangani 208 paket PSU permukiman dan 116 titik penerangan jalan umum (PJU).

Lonjakan target ini menunjukkan upaya memperluas cakupan pembenahan lingkungan hunian. Penanganan tidak hanya menyasar rumah sebagai bangunan, tetapi juga sarana pendukung yang ikut menentukan kualitas kawasan permukiman.

Di sisi lain, penataan kawasan kumuh juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Kawasan kumuh Gadungsari, Wonosari, seluas 9,5 hektare masuk dalam penanganan tahap pertama.

RTLH Diperbaiki dengan Sentuhan Arsitektur Tradisional Jawa

Pembenahan hunian masyarakat tidak berhenti pada penyediaan rumah yang lebih layak. Ada pendekatan khas yang dibawa melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan mempertahankan karakter arsitektur tradisional Jawa.

Sebanyak 300 unit RTLH ditargetkan mendapat perbaikan melalui Dana Keistimewaan Kebudayaan. Konsep ini membuat bantuan hunian tidak sekadar berbicara tentang kondisi fisik rumah, tetapi juga menjaga unsur budaya yang melekat pada lingkungan masyarakat DIY.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu sisi unik dalam penanganan RTLH. Rumah yang diperbaiki tetap diarahkan agar layak dihuni, sekaligus mempertahankan identitas arsitektur tradisional Jawa yang menjadi bagian dari karakter kebudayaan daerah.

Selain program tersebut, lima unit rumah juga disiapkan untuk penanganan rumah yang terdampak bencana. Keduanya menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih aman dan layak.

Target Penanganan Kawasan Kumuh Naik hingga 15 Hektare

Penataan permukiman juga diarahkan untuk mengurangi luasan kawasan kumuh. Pada 2027, target penanganan kawasan kumuh ditingkatkan hingga 15 hektare, dengan Gadungsari, Wonosari, menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam tahap pertama penanganan.

Kawasan seluas 9,5 hektare di Gadungsari menjadi bagian penting dari target tersebut. Penataan kawasan kumuh tidak hanya menyentuh persoalan tempat tinggal, tetapi juga berkaitan dengan kualitas lingkungan tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari.

Perluasan penanganan permukiman, penataan kawasan kumuh, hingga perbaikan RTLH menunjukkan bahwa pembenahan hunian dilakukan melalui beberapa sisi sekaligus. Lingkungan ditata, sarana pendukung diperkuat, sementara rumah warga diperbaiki.

Bagi masyarakat, pendekatan semacam ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Hunian yang lebih layak dan lingkungan yang lebih tertata menjadi bagian penting dari kualitas kehidupan sehari-hari.

Hunian Layak DIY Ditargetkan Capai 96,30 Persen

Berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung capaian hunian layak masyarakat DIY pada 2027. Targetnya mencapai 96,30 persen, bersamaan dengan sasaran akses sanitasi layak sebesar 99,05 persen.

Angka tersebut menjadi gambaran besar dari arah pembenahan permukiman di DIY. Target penanganan 178 lokasi, penataan kawasan kumuh, serta rehabilitasi RTLH menjadi bagian dari upaya memperluas kualitas hunian dan lingkungan masyarakat.

Di tengah target pembangunan yang terus diperluas, unsur lokal tetap mendapat ruang. Perbaikan 300 RTLH dengan mempertahankan arsitektur tradisional Jawa memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas hunian dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga karakter budaya.

Pada akhirnya, penataan permukiman bukan hanya soal memperbaiki rumah atau membangun sarana baru. Ada harapan agar semakin banyak masyarakat DIY tinggal di lingkungan yang layak, sehat, dan tetap memiliki identitas yang kuat.

Tags:
  • Berita Jogja
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Berita Populer
  • Jadwal KRL Jogja-Solo, 20-26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu hingga Palur

    Juli 23, 2026
    Jadwal KRL Jogja-Solo, 20-26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu hingga Palur
  • DPRD DIY Soroti Insentif Guru Swasta yang Terhenti Usai Perubahan Kewenangan

    Juli 23, 2026
    DPRD DIY Soroti Insentif Guru Swasta yang Terhenti Usai Perubahan Kewenangan
  • Dukungan Sultan HB X Tambah Semangat Veda Ega Pratama Kejar Prestasi Dunia

    Juli 20, 2026
    Dukungan Sultan HB X Tambah Semangat Veda Ega Pratama Kejar Prestasi Dunia
  • DPRD DIY Ajak Warga Jogja Biasakan Baca Label Gula Makanan dan Minuman

    Juli 23, 2026
    DPRD DIY Ajak Warga Jogja Biasakan Baca Label Gula Makanan dan Minuman
  • Warga Bleberan Tolak Politik Uang, Nuryadi Perjuangkan Jalan Lingkar Tuntas

    Juli 25, 2026
    Warga Bleberan Tolak Politik Uang, Nuryadi Perjuangkan Jalan Lingkar Tuntas
Kategori Populer
  • Berita Jogja
  • Seputar Jogja
  • Wisata Jogja
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.