Ekspos Jogja

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Sleman
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Bantul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Jogja
  • Wisata Jogja
  • Kuliner Jogja
  • Seputar Jogja
  • Beranda
  • Berita Jogja

Godok Raperda Perfilman, Komisi D DPRD DIY Dorong Desa Jadi Basis Sineas Lokal

Oleh Ekspos Jogja
Juli 30, 2026

Ruang kreatif di tingkat desa mulai dilirik sebagai bagian penting masa depan perfilman Yogyakarta. Komisi D DPRD DIY menggali masukan dari Forum Desa Sinema untuk memperkuat Raperda Perfilman DIY, termasuk soal komunitas, ruang berkarya, distribusi film, hingga peluang sineas lokal berkembang.

Ringkasan Artikel:

  • Komisi D DPRD DIY menggali masukan Forum Desa Sinema untuk memperkuat substansi Raperda Perfilman DIY.
  • Forum Desa Sinema mendorong masyarakat desa terlibat dalam produksi film, bukan hanya menjadi penonton karya lokal.
  • Penguatan ruang kreatif dan distribusi film dinilai penting agar sineas daerah memiliki kesempatan berkembang lebih luas.
  • Raperda Perfilman DIY diarahkan membangun ekosistem inklusif dengan melibatkan komunitas dan kalurahan sebagai ujung tombak.

Desa dan Komunitas Jadi Titik Awal Penguatan Perfilman DIY

Kelingan Garden & Café di Bantul bukan sekadar tempat pemutaran film. Ruang ini juga menjadi tempat berlangsungnya lokakarya perfilman, sastra, hingga teater. Dari ruang kreatif seperti inilah Komisi D DPRD DIY melihat pentingnya komunitas dalam membangun ekosistem perfilman yang tidak berhenti pada produksi karya.

Komisi D DPRD DIY mendatangi Forum Desa Sinema untuk melihat langsung kondisi ekosistem perfilman sekaligus menyerap masukan bagi Raperda Perfilman DIY. Pembahasan menyentuh sejumlah persoalan, mulai dari pembinaan komunitas, ruang berkarya, pemberdayaan masyarakat hingga tantangan distribusi film lokal.

Pendiri Forum Desa Sinema, Tedi Kusyairi, mengatakan keberadaan ruang kolaborasi menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan perfilman di tingkat komunitas. Menurutnya, masyarakat desa memiliki peluang untuk mengambil bagian lebih besar dalam perkembangan perfilman di Yogyakarta.

Gagasan itu menjadi salah satu masukan penting dalam penyusunan Raperda. Regulasi yang tengah dibahas diharapkan tidak hanya berbicara tentang sineas dan industri film, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam ekosistem perfilman.

Sineas Lokal Tumbuh, Ruang Tayang Masih Jadi Perhatian

Perkembangan perfilman Yogyakarta dinilai menunjukkan tren positif. Sejumlah sineas mulai dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. Peluang untuk menghasilkan karya juga terbuka melalui dukungan hibah Dana Keistimewaan yang telah dimanfaatkan sejumlah pembuat film.

Tedi menilai peluang tersebut perlu terus diperluas agar semakin banyak sineas lokal memiliki kesempatan untuk berkembang. Dukungan terhadap produksi film menjadi penting, tetapi ekosistem tidak akan lengkap tanpa ruang bagi karya tersebut untuk bertemu dengan penonton.

Karena itu, Forum Desa Sinema turut mengusulkan perhatian lebih besar terhadap distribusi dan ruang tayang film lokal. Salah satu gagasannya adalah mendorong jaringan bioskop memberikan kesempatan lebih luas bagi karya sineas daerah, seperti yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain.

Bagi komunitas, ruang tayang menjadi bagian penting dari keberlanjutan industri film lokal. Ketika karya memiliki kesempatan untuk dipertontonkan, sineas tidak hanya memperoleh ruang apresiasi, tetapi juga memiliki peluang untuk terus menghasilkan karya dan mengembangkan ekosistem di sekitarnya.

Komisi D Ingin Kalurahan Ikut Menjadi Ujung Tombak

Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY Anton Prabu Semendawai mengatakan penyusunan Raperda Perfilman diarahkan untuk membangun ekosistem yang kuat dengan melibatkan komunitas dan kalurahan sebagai ujung tombak.

Menurut Anton, Yogyakarta memiliki potensi besar di bidang seni, termasuk perfilman. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui regulasi, infrastruktur, serta pemanfaatan Dana Keistimewaan untuk pemajuan kebudayaan.

Pandangan itu membuat pembahasan Raperda tidak hanya berfokus pada industri film dalam arti sempit. Komunitas, pelaku seni, hingga masyarakat di tingkat kalurahan dipandang memiliki peran dalam membangun ekosistem yang lebih luas.

Komisi D juga membuka ruang partisipasi bagi berbagai komunitas perfilman, termasuk Forum Desa Sinema, melalui rapat dengar pendapat umum. Masukan dari komunitas diharapkan dapat memperkaya substansi Raperda, termasuk terkait penguatan ekosistem, dukungan terhadap insan film, dan penghargaan bagi pelaku perfilman di DIY.

Raperda Perfilman DIY Diharapkan Tak Berhenti di Atas Kertas

Masukan dari Forum Desa Sinema memberi penekanan pada satu hal penting: perkembangan perfilman membutuhkan ekosistem yang dekat dengan masyarakat. Desa dan kalurahan dapat menjadi ruang tumbuh bagi komunitas, sementara ruang kreatif menjadi tempat bertemunya berbagai bidang seni.

Komisi D DPRD DIY berharap Raperda Perfilman nantinya mampu menjadi landasan bagi pengembangan industri perfilman di Daerah Istimewa Yogyakarta. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberi dukungan kepada sineas sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.

Penguatan ekosistem juga diharapkan berjalan bersama dengan pengembangan infrastruktur dan talenta. Dengan begitu, potensi seni yang dimiliki Yogyakarta dapat terus berkembang sekaligus memperkuat keistimewaan daerah melalui perfilman dan berbagai bidang kreatif lainnya.

Pada akhirnya, keberhasilan Raperda Perfilman DIY tidak hanya diukur dari lahirnya sebuah regulasi. Harapannya, aturan itu benar-benar membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat, komunitas, kalurahan, dan sineas lokal untuk tumbuh bersama dalam ekosistem perfilman yang inklusif dan berkelanjutan.

Tags:
  • Berita Jogja
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Berita Populer
  • DPRD DIY Soroti Insentif Guru Swasta yang Terhenti Usai Perubahan Kewenangan

    Juli 23, 2026
    DPRD DIY Soroti Insentif Guru Swasta yang Terhenti Usai Perubahan Kewenangan
  • Jadwal KRL Jogja-Solo, 20-26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu hingga Palur

    Juli 23, 2026
    Jadwal KRL Jogja-Solo, 20-26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu hingga Palur
  • Warga Bleberan Tolak Politik Uang, Nuryadi Perjuangkan Jalan Lingkar Tuntas

    Juli 25, 2026
    Warga Bleberan Tolak Politik Uang, Nuryadi Perjuangkan Jalan Lingkar Tuntas
  • Anggaran Penataan Gedung DIY Anjlok 98 Persen, Rp6,48 Miliar Jadi Rp94,35 Juta

    Juli 27, 2026
    Anggaran Penataan Gedung DIY Anjlok 98 Persen, Rp6,48 Miliar Jadi Rp94,35 Juta
  • Pemda DIY Siapkan Listrik Gratis dan Sumur Bor untuk Warga di Daerah Sulit Air

    Juli 27, 2026
    Pemda DIY Siapkan Listrik Gratis dan Sumur Bor untuk Warga di Daerah Sulit Air
Kategori Populer
  • Berita Jogja
  • Seputar Jogja
  • Wisata Jogja
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.