Malam d Minor Bukan Sekadar Konser, Motus Piano Trio Bicara Masa Depan Musik Klasik
Konser Malam d Minor yang digelar Motus Piano Trio bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Di balik pertunjukan musik klasik tersebut, ada keinginan para musisi untuk tetap berlatih, menjaga kemampuan bermain, sekaligus mempertemukan musik klasik dengan penonton yang lebih luas.
Malam d Minor menghadirkan dua karya yang sama-sama menggunakan tonalitas D minor, yakni Piano Trio No. 1 in D minor Op. 49 karya Felix Mendelssohn dan Piano Trio No. 1 in D minor Op. 32 karya Anton Arensky.
Konser tersebut mempertemukan Gabriel Amadeus sebagai pianis, Januar Affandi pada biola, dan Nandya Abror pada cello dalam formasi Motus Piano Trio.
Bagi para musisi, pemilihan repertoar sekaligus menjadi alasan di balik nama Malam d Minor. Dua karya tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi bertemu pada satu tonalitas yang sama.
Mendelssohn dan Arensky Dipertemukan dalam D Minor
Mendelssohn dan Arensky dipilih karena keduanya memiliki karya piano trio dalam D minor. Pilihan itu membuat dua komponis tersebut dapat ditempatkan dalam satu konser dengan konsep yang saling terhubung.
Mendelssohn dikenal memiliki karakter musik yang kuat dengan latar tradisi Jerman. Sementara Arensky merupakan komponis Rusia yang gaya musiknya tidak sepenuhnya identik dengan karakter Rusia.
Arensky juga mendapat pengaruh dari lingkungan musik Rusia, termasuk dari Pyotr Ilyich Tchaikovsky. Latar musikal yang berbeda itu membuat pertemuan karya keduanya menjadi bagian menarik dari konser.
Pemilihan repertoar juga didasari ketertarikan para musisi terhadap karya yang dimainkan. Selain sesuai dengan konsep D minor, karya-karya tersebut dinilai menarik untuk dibawakan dalam format piano trio.
Malam d Minor Jadi Ruang Menjaga Kemampuan Musisi
Di balik pertunjukan tersebut terdapat alasan yang lebih mendasar. Konser tidak diposisikan sebagai kegiatan komersial yang tujuan utamanya mencari uang.
Bagi para musisi, membuat konser menjadi bagian dari kebutuhan untuk terus bermusik. Panggung menjadi ruang untuk mempertahankan kemampuan teknis sekaligus menjaga kebiasaan berlatih.
Musisi musik klasik diibaratkan seperti atlet. Kemampuan yang sudah dimiliki tetap membutuhkan latihan agar tidak mengalami penurunan.
Karena itu, konser menjadi salah satu cara untuk menjaga skill. Semakin sering musisi berlatih dan tampil, semakin terbuka pula kesempatan untuk mempertahankan kemampuan tersebut.
Dorong Musisi Kembali Latihan dan Gelar Konser
Pandangan tersebut juga melahirkan dorongan agar para musisi tidak berhenti pada satu pertunjukan. Latihan, konser, dan resital dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan seorang musisi.
Semangat itu tidak hanya ditujukan kepada Motus Piano Trio. Ada harapan agar musisi lain juga kembali aktif membangun ruang untuk berlatih dan tampil.
Konser kecil sekalipun tetap memiliki arti bagi keberlangsungan aktivitas bermusik. Selain menjaga kemampuan pemain, panggung juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Malam d Minor menjadi salah satu bentuk bagaimana musisi menjaga aktivitas musik klasik tetap berjalan melalui pertunjukan langsung.
Musik Klasik Ingin Dibawa Lebih Dekat ke Masyarakat
Motus Piano Trio juga ingin musik klasik tidak hanya dinikmati oleh kalangan terbatas. Penonton dari luar lingkaran kerabat dan kolega menjadi bagian dari sasaran pertunjukan.
Media sosial menjadi salah satu kekuatan promosi yang digunakan untuk mengenalkan konser kepada calon penonton. Namun, konser ini tetap dibuat dengan kapasitas venue yang intim.
Harapannya, semakin banyak masyarakat mengenal musik klasik sekaligus memahami cara menikmatinya. Penonton tidak harus datang dengan pemahaman teknis yang mendalam untuk bisa menikmati pertunjukan.
Format konser pun dibuat lebih santai. Dengan begitu, musik klasik diharapkan tidak selalu identik dengan suasana yang terlalu formal atau berjarak dengan penonton.
Pada akhirnya, Malam d Minor bukan hanya tentang mempertemukan karya Mendelssohn dan Arensky. Konser ini juga menjadi cara para musisi menjaga kemampuan, terus menciptakan panggung, dan membuka pintu agar musik klasik semakin dekat dengan masyarakat.
