Malioboro Kini Punya Kelas Budaya Gratis, Aksara Jawa, Seni Tari hingga Gamelan
Malioboro tak hanya menjadi tempat berjalan-jalan atau berburu kuliner. Kini, kawasan ikonik Yogyakarta itu juga menghadirkan ruang belajar budaya yang bisa diikuti masyarakat dan wisatawan setiap akhir pekan. Melalui program Setu Sinau ing Malioboro, pengunjung diajak mengenal tradisi Jawa secara langsung di ruang publik.
Ringkasan Artikel:
- Setu Sinau ing Malioboro menjadi program edukasi budaya yang digelar rutin setiap Sabtu pagi di sepanjang sisi timur Jalan Malioboro sekitar kawasan Museum Benteng Vredeburg.
- Peserta dapat mengikuti beragam kelas budaya, mulai dari belajar aksara Jawa, menari, memainkan gamelan, dolanan tradisional, membatik busana, hingga menggambar.
- Program ini dirancang agar masyarakat dan wisatawan tidak hanya menikmati Malioboro sebagai destinasi wisata, tetapi juga merasakan pengalaman belajar budaya secara langsung.
- Seluruh kegiatan dikemas ringan dan mudah diikuti sehingga cocok bagi berbagai kalangan yang ingin mengenal budaya Yogyakarta lebih dekat.
Setu Sinau ing Malioboro, Ruang Belajar Budaya di Jantung Kota
Malioboro kembali menghadirkan aktivitas yang memperkuat identitas budaya Yogyakarta melalui program Setu Sinau ing Malioboro. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta.
Program berlangsung setiap Sabtu pukul 07.00–09.00 WIB di sepanjang Jalan Malioboro sisi timur, tepatnya di sekitar kawasan Museum Benteng Vredeburg.
Berbagai kelas budaya disiapkan untuk masyarakat maupun wisatawan. Materinya meliputi Sinau Aksara Jawa, Sinau Nggamel, Sinau Njoged, Sinau Dolanan Anak, Sinau Ngadi Busana, dan Sinau Nggambar.
Peserta Diajak Belajar Budaya Secara Praktik
Salah satu kelas yang ditawarkan adalah Sinau Aksara Jawa. Peserta diajak mengenal sekaligus mencoba menulis aksara Jawa secara langsung dengan pendampingan pegiat komunitas.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan huruf Ha Na Ca Ra Ka, tetapi juga membantu peserta memahami makna sederhana di balik aksara Jawa serta mengenal pemanfaatannya dalam format digital melalui ponsel maupun laptop.
Kelas Sinau Njoged mengajak peserta merasakan pengalaman belajar tari khas Yogyakarta. Dengan metode sederhana, peserta mempraktikkan gerakan dasar tari klasik sambil mengenal irama, gerak, dan rasa yang menjadi ciri tari tradisional.
Sementara itu, Sinau Nggamel memberi kesempatan peserta mengenal permainan gamelan secara langsung sebagai bagian dari kekayaan seni musik tradisional Jawa.
Dolanan Tradisional hingga Kelas Kreatif untuk Semua Usia
Program ini juga menghadirkan Sinau Dolanan Anak, yang mengajak peserta memainkan permainan tradisional seperti dakon, egrang, dan bekelan.
Melalui permainan tersebut, peserta belajar mengenai aturan permainan sekaligus mengenal nilai kebersamaan, sportivitas, dan keceriaan yang tumbuh saat bermain bersama.
Selain itu tersedia Sinau Ngadi Busana bagi peserta yang ingin mengenal busana tradisional, serta Sinau Nggambar yang memberikan ruang berekspresi melalui kegiatan menggambar.
Keberagaman kelas membuat Setu Sinau ing Malioboro dapat diikuti oleh anak-anak, keluarga, hingga wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman berbeda saat berkunjung ke Malioboro.
Malioboro Tak Sekadar Tempat Wisata
Kehadiran Setu Sinau ing Malioboro memperluas fungsi kawasan Malioboro sebagai ruang publik yang juga menjadi tempat belajar kebudayaan.
Melalui aktivitas yang berlangsung rutin setiap pekan, masyarakat memperoleh kesempatan mengenal berbagai unsur budaya Jawa secara langsung dalam suasana yang santai dan mudah diikuti.
Bagi wisatawan, program ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar menikmati suasana Malioboro, karena mereka dapat terlibat langsung dalam kegiatan seni dan budaya.
Dengan konsep belajar yang terbuka di ruang publik, Setu Sinau ing Malioboro menjadi salah satu upaya menghadirkan budaya sebagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


